The Dream

March 29th, 2008 by sayprincess
Love, if I weep it will not matter,
And if you laugh I shall not care;
Foolish am I to think about it,
But it is good to feel you there.

 
Love, in my sleep I dreamed of waking,
White and awful the moonlight reached
Over the floor, and somewhere, somewhere
There was a shutter loose- it screeched!

 
Swung in the wind- and no wind blowing-
I was afraid and turned to you,
Put out my hand to you for comfort-
And you were gone!  Cold as the dew,

 
Under my hand the moonlight lay!
Love, if you laugh I shall not care,
But if I weep it will not matter-
Ah, it is good to feel you there.

10 Ways to Bring More Growth into Your Life

May 17th, 2007 by sayprincess

1. Rethink Your Landscape. Adopting a new perspective is the first step to successful repotting. Just as some plants need a different environment if they are to thrive, you need to start thinking in new ways, too. Ask yourself: What is really important to me? What trade-offs do I need to make to bring more light and meaning into my personal garden? What will bring color to my landscape? For example, if you are constantly traveling for work, but missing important family activities and milestones, you could revisit career/family priorities, and after consulting with colleagues and supervisors, make adjustments to your travel schedule.

2. Realize That Planting Is a Process. Slow down and create time in your schedule to research new avenues for personal growth. Don’t be afraid of empty spaces. A friend of ours who cut back on her schedule immediately filled the open time slots with new activities. Remember to let “fallow beds” lie—don’t fill up your free time until you know what you really want to do.

3. Weed Your Garden. Take a disciplined approach to finding more time in your day for activities that offer opportunities for growth. Make a list of the “must do activities,” then eliminate non-essentials from your day or week. A woman who ran a successful event-planning firm cut back on the number of clients she handled in order to make time in her life for painting classes and choral singing—two long-lost passions.

4. Let in More Light. Your true gifts may be languishing for lack of sun. In order to grow and change, you’ll need to open your mind to new possibilities, set goals that challenge you, and take some risks. A lawyer we talked to was offered a partnership in her firm. Instead of following the safe path she had pursued, she opened up to explore a completely different lifestyle–that of becoming a pastry chef. Ultimately she quit her job, giving up financial security in favor of a less constraining life.

5. Tend Your Garden Regularly. Whatever you choose to undertake—whether it’s building a new career, volunteering, or pursuing a new hobby—do something on a daily basis to make progress. Be fully committed, so that distractions won’t take your energy away from the tasks necessary to achieve your goal. A woman who wanted to use her spare time to do personal writing found herself distracted by TV programs–until she decided to unplug the set from Friday to Monday.

6. Cultivate Your Dreams. To repot successfully, you need to let your mind run free to entertain new concepts, ideas and avenues. Unleash your creative side by visualizing a new future for yourself. A mother of four, who had spent 20 years raising children, allowed herself to visualize a new identity. In the process of helping an exchange student living in her home, she discovered a talent for counseling troubled youth. She allowed her imagination to take her beyond her current role of stay-at-home mother to that of a therapist for adolescents.

7. Water Your Roots. Find the core values that motivate you. Make sure the life you are living is in sync with your deepest values and priorities. If not, see what you can do to realign it. Let’s say you feel the lack of spirituality in your life, but aren’t sure how to find it. For two of our repotters, the answer to spiritual fulfillment lay in serving non-profit community organizations. Two others, however, took a religious path: one started a Bible study group, and the other entered seminary and was later ordained.

8. Don’t Forget Fertilizer. When you expand your knowledge, you expand your options. For personal growth, ongoing learning is crucial. You can seek self-enrichment in a variety of ways and venues, whether to pursue a hobby or gain new credentials for a career. The stimulation of learning fosters new growth and change—and acquiring knowledge and skills can happen at any age. A middle-aged stock market analyst decided to go back to school for an M.B.A. so that she could start an entrepreneurial venture with her grown daughter.

9. Plant a Sample Bed. Until you try a plant in your own personal garden, you won’t know for sure if the conditions are right for growth. If they’re not, you can always rip it out and start again. Embrace trial and error. A woman running her own real estate appraisal company took training to see if she would like to become a massage therapist. While she enjoyed the nurturing aspect of this profession, she realized she couldn’t do it fulltime. She continues to run her company and sees massage clients on weekends.

10. Get Input from Other Gardeners. Tap into your network—family members, friends and colleagues—who may be able to give you feedback, advice, information and emotional support along your journey. As you benefit from the advice of others, you may also find that you’re helping someone else along the way. Among the many blessings of repotting are the social relationships you build along the way. An accountant we met wanted to change fields. She consulted her family, professional friends, and people who had known her throughout her life. This research reconnected her with long-lost friends, deepening current friendships and building new, rewarding relationships in her new field.

my luvly OcLate

April 17th, 2007 by sayprincess

Img_0314_1

Full nAme : OcLaTe bIn kEtuTut (juSt caL kLate)

hObbY : bOboK, mEnGhAmbUr biLik, mEneTek di LeNgaN, mAkaN….

siFaT : nAkaL, BebAl, tUbaL n waT eVa laa….

“Alkisah, manusia biasa punya lima jari

March 7th, 2007 by sayprincess

Kalau ada yang lebih atau kurang lima jari
Itu satu anugerah, Allah yang memberi
Bukan kekurangan diri lantas jadi kecil hati-rendah diri
Tapi satu kelebihan yang tidak semua orang miliki.

Kisah ini, kisah lima jari
Ibarat tamsil kepada manusia sendiri
Yang suka meninggi diri
Berlawan sana sini, siapa hebat siapa besar sekali
Itulah sifat manusia yang jarang suka merendah diri
Yang kaya-bangsawan layaklah tinggi-tinggikan diri
Tapi yang miskin-papa-kedana ada yang tak sedar diri
Hidung tinggi, meninggi diri sana sini
Betul-betul bebal dan dengu, tidak pandai cermin diri.

Sesungguhnya, manusia tidak layak meninggi dan memuji diri
Seolah-olah manusia akan hidup dan tak boleh mati-mati
Yang layak puji diri, hanya Allah pencipta jagat raya ini.

SATU
Bermulalah kisah pahlawan jari-jari
Siapa paling hebat sekali
Aku, aku bernama ibu jari
Inilah tempat pengenalan diri-cop jari
Setiap manusia punya cop jari sendiri
Garis-garis yang ada dalamnya, tidak sama antara manusia di dunia ini
Orang lain tidak boleh mencuri cop jari, yang tidak sama ini
Kecuali bagi suami-suami yang gatal ingin berkahwin lagi
Maka dicurilah cop jari isteri yang sedang tidur mati
Untuk dibuktikan kepada kepada tok kadi yang isteri rela hati
Lalu bernikahlah si suami satu lagi dengan lagu madu tiga P.Ramlee.

Nasihat kepada isteri
Kalau mahu tidur, sila bungkus ibu jari dengan kain sari
Agar cop jari tidak dicuri suami ‘yang disayangi’
Namun kalau suami tak mencuri dan ia masih berpeluang kahwin lagi
Berlapang dadalah, kerana itu namanya rezeki,Allah yang beri
Kerana lelaki yang sejati
Adalah lelaki yang bercita-cita untuk kahwin lebih daripada sekali
Dan perempuan yang sejati
Adalah perempuan yang begitu tinggi cemburu dihati.

Aku bernama ibu jari
Tidak ada jari-jari lain sehebat aku ini
Kalau aku angkat begini-engkau bagus aku puji
Kalau aku buat begini-engkau tak guna, mesti mati
Kalau aku tunjuk begini, aku hormat kerana engkau orang tinggi.

DUA
Maka benganglah si jari telunjuk
Mendengar madah si ibu jari yang pendek, gemok dan montok
Lalu berkata ia, “aku – aku jari telunjuk”
Aku tunjuk-tunjuk: sana tunjuk, sini tunjuk, kiri tunjuk, kanan tunjuk
Depan tunjuk, belakang tunjuk, bawah tunjuk, atas tunjuk
Semua aku tunjuk, bukan menunjuk-nunjuk.

Mana-mana suami degil, isteri boleh tunjal-tunjal dengan jari telunjuk
Sampai dia mengantuk atau anguk-anguk
Tobat! tak akan buat lagi cari peluang mengintai wanita montok
Atau dengan cara jari begini, jentik telinganya
Sampai merah menyala macam bunga raya
Atau buat begini, jetak kepalanya
Sampai urat-uratnya layu dan lemah semuanya
Atau beraksi begini, tembak sampai mati tidak bernyawa.

Kalau aku buat begini, jari telunjuk melentuk-lentuk
Maknanya tidak boleh, jangan disentuh
Awek itu aku punya dan sudah ditempah
Kalau engkau masih juga buat kerenah
Aku beri amaran begini, tunggulah datangnya padah

Kalau aku buat begini
Tolong senyap, jangan buat bising lagi
Aku sedang mengintai nak dara mandi
Engkau juga boleh tumpang sekaki.

Bila gua gamit begini
Lu mesti punya mali:

Jari ini jari telunjuk
Digamit-gamit syarat diberi
Bila mentra dan dinding diketuk
Lintang pukang kau serah diri.

Aku juga boleh mengorek-ngorek dan menebuk
Korek hidung paling sedap pakai jari telunjuk.

TIGA
Lalu melenting si jari hantu
Aku juga orang hebat selalu
Kalau disusun, aku paling tinggi
Botak kepala ku bersinar bak mentari
Duduk aku ditengah-tengah
Diapit, dijaga oleh pahlawan gagah
Hebatnya aku, sebab itu aku digelar ‘hantu’
Kalau di dunia hantu macam ratu
Dia boleh buat apa suka, orang tak perlu ambil tahu
Kalau ada orang yang mahu ambil tahu
Aku akan buat begini (x)
Orang itu akan tahu dia sudah dicaruti.

EMPAT
Berdiri pulak si cantik manis
Berkata ia bak jejaka lembut, bicara penuh sinis
Aku jari manis – cantik molek, lembut rasa
Di jari ini terletak harga intan, berlian, emas dan suasa
Yang kadang-kadang tidak ternilai harganya
Berbentuk cincin, yang dalam perkahwinan disini disarung mesra
Bersama hembusan panas bakal pecahnya dara.

Terbang tinggi si burung-burung
Burung tempua jalan berlatih
Di jari manis burung nan kenek
Bila cincin sudah tersarung
Terpalit darah di kain putih
Itulah adat zaman tok nenek.
Tapi zaman sekarang, belum cincin tersarung lalu
Banyak dara sudah memberi salam dahulu!

Taman itu namanya garden
Denai sawah penuh bersalot
Yang pecah dara itu moden
Yang masih dara itu kolot

Kalau ada yang sarung cincin bukan di sini
Itu tanda orang gila yang perlu diawasi
Dan kalau dia bakal jadi suami
Akan ku cepat-cepat pinta dibasmi
Kerana dia gila atau gila-gila
Sarung cincin bukan pada tempat biasa
Tempat entah di mana-mana, yang kadang-kadang kita jadi geli mesra.

Itulah manusia zaman sekarang
Sarung cincin di jari lintang pukang
Di ibu jari, di jari telunjuk, di jari hantu, memang tak sedap mata memandang
Manusia kini memang sudah banyak setengah tiang

Anting-anting itu macam cincin
Di hidung diberi cincin
Di mata diberi cincin
Di telinga diberi cincin
Di mulut diberi cincin
Di pusat diberi cincin
Di kaki diberi cincin
Di anu itu pun di cincin-cincinkan hingga tak licin.

LIMA
Maka bersuara pula si cili api
Jari kelingking di hujung sekali
Kalian semua memang hebat tak terperi
Gemok montel si ibu jari
Lurus mencacak di tunjuk jari
Tinggi, lampai panjang si hantu jari
Dan lembut longlai si manis jari
Kalian semuanya hebat, tapi kecut penakut
Kalau orang besar-besar datang kalian kecut perut
Tak berani kemuka, hanya berlindung sembunyi sunyi sepi
Aku inilah walaupun kecil, tapi cili api
Berani bukan kepalang selalu jadi harapan
Kalau orang besar-besar datang aku selalu didepan
Tak kira dia menteri, perdana menteri, agung atau sultan
Aku tetap ke depan bukan macam kalian
Tengok waktu kita beri hormat tabik
Siapa paling depan sekali kalau tidak aku si pendek
Kalian semua penakut, gendang kosong hanya pandai terpekik-pekik.

Itulah kisah lima jari
Lawan sana, lawan sini
Angkat bakul mengaku diri paling tinggi
Alangkah baik, kalau masing-masing sedar dan berkompromi.

Kita lima jari cuba bersatu hati
Masing-masing kita ka nada fungsi
Kalau memegang, peganglah erat-erat dengan lima jari
Bukan pegang begini-macam pegang tiga jari
Macam tungku tiga jari
Bodek sana, bodek sini
Kerana kita sebenarnya kurang, tak cukup berani dan percaya diri
Kalau kita bersatu lima jari
Bukankah sedap bagi penampar kepada orang tak sedar diri
Raba-raba pun enak pakai lima jari
Ramas-ramas pun sedap pakai lima jari
Jadi kita mesti bersatu hati.

Dari melaka pergi ke kota
Di dalam kota mencari suasa
Kerjasama antara kita
Makmur bahagia kita merasa

Siakap senohong si ikan tengiri
Dibungkus dalam kain perca
Jika selalu meninggi diri
Takut jatuh berderai kaca

Yang tunduk itu padi
Yang meninggi itu lalang
Yang sombong itu malang.

(^)_(^)

March 5th, 2007 by sayprincess

i tried to run.. > > > > i tried to hide.. > > > > but still.. > > > > i can’t forget you.. > > > > and your shadow is always there.. > > > > tell me.. > > > > how can i ever forget about you.. > > > > and erase your name that is always > > > > in my heart.. > > > > this message is only for you.. > > > > remember.. > > > > i will always love you.. > > > > care for you.. > > > > and be there for you.. > > > > til the last breathe left in me.. > > > > I wrote your name on a piece of paper, > > > > but I threw it away. > > > > I wrote your name on my hand, > > > > but it washed away. > > > > I wrote your name in the sand, > > > > but the waves wishpered it away. > > > > I wrote your name in my heart, > > > > and forever it will stay. > > > >

Antara 9 Mimpi Nabi Muhammad SAW

March 2nd, 2007 by sayprincess

VanMayat menulis "Antara 9 Mimpi Nabi Muhammad SAW

Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw
bersabda:

"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada
malam aku sebelum di Israqkan…….."

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul
maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka
malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN
KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat
menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh
syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan
dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat
daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan
rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab,tetapi SOLATNYA YANG
KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia
mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah
pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia
merasa puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang
sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan
diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA
sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita
di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka
datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu
mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang - benderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi
mereka tidakpun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT
SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu
menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka
dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya,maka
segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu
menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

BERSABDA RASULULLAH SAW: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN
WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"
"

OraNg kAta….

March 2nd, 2007 by sayprincess

VanMayat menulis "SEKADAR RENUNGAN……….

ORANG KATA… enjoy sementara muda, hidup panjang lagi, dah tua nanti tobatlah.
ATUK KATA….orang muda hidup memang baru bermula, tapi belum tentu masih panjang lagi, entah esok lusa Izrail datang menjemput.

AKU RASA…betul jugak tu..

ORANG KATA.. exams tu susah, kena banyak sacrifice, constant study… past year papers.. etc.. etc..etc..
ATUK KATA… exams tu senang aje, dah ada tarikh untuk diuji, dah ada silibus untuk diikut, kalau ajal.. entah bila siapapun tak tahu, banyak pula tu peringkat ujiannya, Mungkar Nankir, Neraca Mizan, tayangan slide…

AKU RASA… betul jugak tu..

ORANG KATA… have fun on your birthday, panggil kekawan dan sedara mara, berpartilah sepanjang malam, make it a memorable one!!

ATUK KATA.. setiap hari jadi, kita se makin hampir, hampir setahun dengan kematian, setahun lagi diberi peluang untuk beramal, bertaubat…

AKU RASA.. betul jugak tu..

ORANG KATA.. kerja mesti sungguh-sungguh, beli rumah besar, kereta mewah, makan lazat.. baru hati puas!!
ATUK KATA.. ye ke hati dah puas??? dah cukup ibadah nak tempah kubur luas-luas? dah siap kenderaan meluncur Siratul Mustaqim? dah cukup zikir untuk santapan rohani? dah cukup amal nak ‘book’ tempat Al-Firdaus?

AKU RASA… betul jugak tu..

ORANG KATA… successful people have a good time management, ada bisnes di kl,

new york

,

tokyo

.. masih sempat berkempen untuk pilihanraya,

masih sempat melepas lelah di disko dan karaoke, masih sempat pasang perempuan 2-3, baru orang boleh respect!
ATUK KATA.. setiap manusia dapat 24 jam dalam sehari, tapi… ada masa ke untuk sujud di sejadah 5 kali sehari semalam? ada masa ke nak selak Al-Quran sekali seminggu? ada masa ke nak jenguk ibu bapa di kampung, sekali dalam seminggu, atau sebulan, atau setahun?

AKU RASA… errrr.. betul jugak tu..

Testing 1 2 3 …

February 17th, 2007 by sayprincess

` nOrMaL is bOriNg `